Translate :

Home / Uncategorized

Rabu, 29 Mei 2024 - 17:25 WIB

Mimpi-Mimpi Helper Tentang Diki Candra

Sebagaimana kita ketahui bahwa mimpi mukmin di akhir zaman adalah mimpi petunjuk dari Allah SWT karena tidak ada lagi kenabian,maka tidak di ada wahyu.
Salah satu hadits sohih yang yang terkait adalah:
Rasulullahﷺ bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim).
Berikut mimpi helper tentang Diki Candra ketua Majelis Gaza(gerakan akhir zaman) yang mendukung Muhammad Qasim pemuda dari Lahore Pakistan cucu Nabi Muhammadﷺ yang di yakini sebagai al Mahdi.

Mimpi yang pertama; “Saya berada sebelah kanan Rasulullah ﷺ berpegangan tangan dan ada seorang laki-laki disebelah kiri Rasulullah ﷺ, juga berpegangan tangan, lalu saya membimbing tangan mulia nya dan kami berjalan sampai di satu jarak yang tertentu. Lalu saya bertanya kepada Rasulullah ﷺ siapakah pula yang harus membimbing tanganmu (untuk perjalanan seterusnya) dan Rasulullah ﷺ mengisyaratkan dengan tangan-nya, bahwa orang yang bersama dengan kami di permulaan yang harus memimpin tangan-nya. Dan laki-laki disebelah kiri Rasulullah ﷺ itu saya yakin 100% orangnya adalah Kang Diki Candra”.

Mimpi yang kedua; “Dalam mimpi itu, saya melihat ada lembaran kertas dengan nama-nama yang berurut. Nama-nama itu seperti nama-nama helper. Urutan pertama nama kang Diki. Nama-nama urutan berikutnya saya tidak tau siapa saja. Namun tiba-tiba nama-nama itu dihapus satu per satu, dari mulai urutan paling bawah ke urutan atas. Hanya nama kang Diki yang tidak dihapus, tetap ada dalam catatan tersebut. Mimpi berakhir”.

Mimpi yang ketiga; “Mimpi ini saya sewaktu masih di BN (tanah uzlah di Bukanegara). Tinggal di basecame bu Diyah Yuniati, jadi mimpi itu sudah lama sekitar tahun 2021. Sebelum ada tanah
uzlah GAZA di ciater. Dalam mimpi saya merasa tiba-tiba ada di sebuah kapal, kapalnya enggak jalan, hanya diam bersandar di dermaga/pelabuhan. Terus tiba-tiba datang satu kapal layar dari kayu sangat besar dan banyak orang yang naik kapal itu, dan kapal itu singgah dekat kapal yang saya naiki. Beberapa orang turun dari kapal itu minta izin untuk singgah sebentar di dermaga itu. Saya tidak tau mereka pada ngomong apa di dermaga itu.

Mimpi yang keempat; “Asalamualaikum Kang Diki, Tadi malam saya bermimpi Kang Diki sama Muhammad Qasim ada di Ka’bah lalu Kang Diki dan Muhammad Qasim dikejar-kejar, ditarik-tarik oleh beberapa orang berjubah. Saya tidak kenal wajah mereka satu persatu, Lalu dalam mimpi itu ada yang berbicara kepada saya untuk menyampaikan ini ke Kang Diki.

Baca Juga:  Arie Untung Salah Mencari Nara Sumber

Mimpi yang kelima; “Malam ini saya merasa sangat mengantuk sekali tidak seperti biasanya. jadi saya langsung tidur sebelum jam 21 WIB. saat saya sedang terlelap tidur, saya melihat saya sedang bermain dengan Hp persis di samping tempat tidurku. Lalu aku mendengar ada suara-suara yang
mengatakan padaku; “Mereka orang yang pemberani dan merka tidak gila”. Lalu ditempat yang hijau aku diperlihatkan seprti gulungan (mirip gulungan yang dipakai Raja untuk mengumumkan sesuatu) dan gulungan itu berwarna coklat muda dan terbuka. Dalam gulungan itu ada beberapa nama orang. Aku melihat ada 7 nama, nama nomor 2-7 aku tidak bisa melihatnya dengan jelas.
Tapi nama nomor 1 aku melihat dan tubuhku menyaksikan ada nama Diki Candra, lalu aku terbangun. Kemudian aku coba tidur lagi rasanya susah sekali untuk tidur lagi. Kemudian akhirnya aku terlelap lagi. Aku merasa sedang ada di gedung tingkat (seperti gedung Universitas). Aku turun dari lantai atas ke lantai bawah. Aku memegang Hp dan ada yang mengatakan (entah siapa); Mas Diki Chandra tidak akan percaya namanya ada di mimpi. Lalu saya terbangun lagi, lalu saya coba tidur lagi tapi agak susah. Akhirnya saya bisa tidur lagi. Kemudian saya bermimpi lagi. dalam mimpi saya diperlihatkan ada 10-12 orang dengan baju putih ada suara yang mengatakan pada saya itulah agama yang sesungguhnya.

Mimpi yang keenam; “Muhammad Qosim berdoa di masjid Qibli, dia berdoa tepat ditempat buraq yang ditambatkan ketika penjemutan Rasulullah ﷺ. Tiba-tiba badan Muhammad Qasim jadi
dua. Ada yang badannya yang satu jelas kelihatan, yang satunya seperti bayangan. Kemudian sosok Muhammad Qosim yang kayak bayangan itu masuk jadi satu ke tubuh kang diki. Kemudian berbicara kepada saya; “Ahmad…kamu menyaksikan semua ini karna Allah ﷻ, kamu sebagai saksi hari ini”. Aku baru saja berdoa kepada Allah agar Palestina merdeka. Dan tahukah kamu, sukma ku yang masuk kedalam orang ini?, itu kehendak Allah ﷻ jika aku lonceng yang ditabuh. Maka orang yang dimasuki sukma ku adalah bunyinya. Sebentar lagi Palestina merdeka. Dan kamu Ahmad, salah satu sebagai saksinya. Kemudian Keduanya dan saya terbangun.

Mimpi yang ketujuh; “Misteri angka 4. Ada hal yang menarik dari beberapa mimpi yang sudah
saya sudah saya share ke Kang diki maupun yang belum, ada beberapa mimpi yang muncul identik dengan angka 4. Contohnya mimpi alam barzah, mimpi tentang juri, mimpi tentang daftar nama-
nama dan lain-lain. Ada apa dengan angka 4? Lalu dari alam bawah sadar saya selalu, muncul urutan ini; “Diki Chandra, Pemimpin (nama tidak disampaikan), Muhammad Qosim, Nabi Isa as.

Baca Juga:  Imam Mahdi dan Pasukan Sufyani

Mimpi yang Kedelapan; “Saya sedang jalan pakai motor dengan istri saya dan 1 anak saya yang
sekarang masih bayi usianya kurang lebih 1 tahun. Dalam mimpi itu Kami bertiga sampai di jalan setapak yang lurus, di sebelah kanan ada sungai besar yang airnya mengalir deras dan ada beberapa buah rumah di pinggir sungai tersebut. Kami terus jalan dengan motor dan berhenti di bawah sebatang pohon karena cuaca agak terik, sepertinya menjelang zuhur atau mau masuk waktu asar.

Saya berhenti di bawah pohon mencari kalau ada tempat istirahat karena kami dari perjalanan jauh. Dalam mimpi tersebut, masya Allah saya melihat Kang dan beberapa orang sedang mengangkut pasir ke arah sungai menuju ke seberang jalan setapak, Saya melihat Kang Diki memanggul di punggung karung yang berisi pasir-pasir untuk bahan bangunan yang yang saya ketahui ternyata itu masjid. Kang Diki akan membangun sebuah masjid besar di seberang jalan tidak jauh dari
sungai besar itu. Saya lihat Kang Diki begitu lelahnya bekerja mengangkut dan memanggul pasir di punggung. Mungkin sudah puluhan, bahkan ratusan kali bolak-balik membawa pasir, karena Kang Diki seperti sudah bekerja jauh sebelum kami datang. Saya melihat lelehan air mata dari
kedua mata Kang Diki, karena beratnya beban pasir yang Kang Diki panggul, kedua mata Kang Diki sampai memerah karena seringnya menangis, sambil beberapa kali Kang Diki jatuh dan pasir dalam karung berhamburan.

Suatu kali Kang Diki terjatuh, tapi Subhanallah Kang Diki terus bekerja saking semangatnya sampai-sampai pasir-pasir yang tumpah ruah ke jalan itu, Kang Diki keruk dan dorong pakai tangan karena karungnya sudah sobek besar sampai pasir-pasirnya terdorong ke tempat tumpukan pasir yang di samping masjid. Sambil bekerja, saya mendengar Kang membaca takbir berulang-ulang kali, dan berucap dengan kata-kata yang tidak saya pahami.
Dalam mimpi ini, saya ikut sedih melihat keadaan Kang Diki yang benar-benar lelah dan saya ingin sekali membantu, tak lama kemudian azan terdengar dari masjid yang Kang Diki dan teman-teman bangun, dan kami pun berhenti untuk sholat di masjid itu. Ketika saya akan wudhu, saya terbangun”.

Baca Juga

Uncategorized

Update Statusmu Sebagai Muslim Bebas Syirik

Uncategorized

Wow Tokoh Senior Pers Jatim Terima Buku Mimpi Muhammad Qasim

Uncategorized

2023 Kiamat Politik Erdogan (Catatan Jelang Pilpres Turkiye Mei 2023)

Uncategorized

Pahala Pendukung Muhammad Qasim Calon Imam Mahdi

Uncategorized

Harta Karun Di Akhir Zaman

Uncategorized

Kemunculan Ahli Ashabul Kahfi Di Ujung Akhir Zaman

Uncategorized

Putra Bani Tamim Ada Di Majelis Gaza?

Uncategorized

Penggiringan Opini Ustadz Akhir Zaman