Apakah Ada Waliyullah Perempuan di Akhir Zaman?

Wali Allah adalah predikat yang sakral, agung dan utama dimasa lampau. Namun sekarang menjadi murah meriah, bahkan di obral dan terhina karena ulah orang-orang yang menyelisihi Al Quran dan hadist. Bagaimana tidak menyelisihi, jika orang yang bertapa di dalam gua atau di air terjun, tidak shalat, tidak taat kepada Allahﷻ dan Rasul-Nya
saat ini disebut sebagai wali? Bahkan para habib yang mengajarkan Kesyirikan, berdakwah dengan dongeng dianggap sebagai ulama dan wali? Perbandingan yang sangat jauh gapnya dalam keimuan, keimanan dan kesholehan para wali pada zaman dahulu.

Mind set umat Islam menyatakan bahwa wali itu hanya untuk kaum lelaki, apakah benar demikian? seperti apakah wali yang sesungguhnya sesuai dengan kehendak Allahﷻ? Lalu Apakah Ada Waliyullah Perempuan di Akhir Zaman? Dalam artikel kali ini Portal GAZA akan membahasnya sesuai dalil Qur’an dan hadits.

Dalam Quran surat Yunus ayat 62-64 dijelaskan Allahﷻ berfirman:

اَ لَاۤ اِنَّ اَوْلِيَآءَ اللّٰهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَكَا نُوْا يَتَّقُوْنَ
لَهُمُ الْبُشْرٰى فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰ خِرَةِ ۗ لَا تَبْدِيْلَ لِـكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

“Ingatlah wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati.”
“(Yaitu) orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa”
“Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan di akhirat. Tidak ada perubahan bagi janji-janji Allah. Demikian itulah kemenangan yang agung.”
(QS. Yunus 10: Ayat62-64)

Jelas sekali dikatakan bahwa para wali Allaah itu adalah orang-orang yang beriman dan senantiasa bertakwa. Mereka selalu diberikan berita gembira. Dalam bentuk apakah berita gembira itu mereka dapatkan? Dalam bentuk karomah, mubasyirat (mimpi), Ilham, kasyaf. Itulah ilmu laduni. Para wali dibimbing dengan mubasyirat, penampakan sifat Allahﷻ (tajali) dalam Islam, para wali (kekasih Allah) dibimbing oleh Allahﷻ melalui berbagai cara, termasuk:

– Ilham: Allah memberikan ilham atau inspirasi kepada para wali untuk memahami dan menjalankan perintah-Nya.
– Petunjuk: Allah memberikan petunjuk kepada para wali melalui Al-Quran, Hadits, dan pengalaman spiritual.
– Kasyaf: Allah membuka hati dan pikiran para wali untuk memahami rahasia dan kebenaran spiritual.
– Pengalaman spiritual: Para wali seringkali mengalami pengalaman spiritual yang mendalam, seperti mimpi, visi, atau perasaan dekat dengan Allah.

Baca Juga:  Roadmap Huru-hara Akhir Zaman Berbasis Mubasyirat 2025 -2030

Sifat-Sifat Wali Allah:

– Iman dan Takwa: Wali Allah memiliki iman yang jujur dan selalu bertakwa kepada Allahﷻ.
– Rendah Hati: Mereka bergaul dengan kaum mukminin dengan rendah hati dan tawadhu’.
– Tegas terhadap Orang Kafir: Mereka memperlakukan orang-orang kafir dengan sikap keras.
– Mencintai Allahﷻ dan Rasul-Nya: Mereka mencintai Allahﷻ dan Rasul-Nya serta berusaha mendekatkan diri kepada-Nya.

Di dalam QS. Yunus ayat 62-64 tersebut, tidak disebutkan pembagian gender, maka para wali Allahﷻ itu bisa laki-laki atau perempuan. Jelas semua stigma dan mind set keliru umat Islam saat ini terbantahkan dengan ayat tersebut.

Intinya setiap jiwa baik laki-laki atau perempuan dengan syarat beriman dan bertaqwa, dicintai Allahﷻ, bermimpi atau dimimpikan banyak orang (mubasyirat) itulah wali Allahﷻ.

Jalan menjadi wali terbuka bagi siapa saja yang menjalankan ibadah wajib dan sunnah, serta terus mendekatkan diri kepada Allahﷻ dan diimplementasikan dalam bentuk perbuatan. Wali itu adalah orang yang betul-betul lolos dari seluruh aspek kehidupan. Sesuai dengan hadits berikut ini:

Dalam sebuah hadits qudsi, Allahﷻ berfirman, “Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya. Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya” (HR. Bukhari no. 6502).

Berikut ini adalah contoh hadits tentang karomah dari seorang waliyullah.
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rubayyi bintu An-Nadhr, bibi beliau (Anas), mematahkan gigi seorang wanita. Kemudian, keluarga Rubayyi pun meminta maaf kepadanya. Akan tetapi keluarga wanita itu menolaknya. Keluarga Rubayyi menawarkan denda, tetapi mereka tetap menolaknya. Kemudian mereka datang menghadap Rasulullahﷺ tetapi mereka tidak mau selain qishash. Lantas Rasulullahﷺ memerintahkan untuk ditegakkan qishash. Anas bin An-Nadhr berkata: “Wahai Rasulullah apakah gigi seri Rubayyi akan dipecahkan? jangan, demi Dzat yang telah mengutus engkau dengan kebenaran, janganlah dipecahkan gigi serinya. Kemudian Rasulullahﷺ bersabda, “Wahai Anas, Kitabullah telah menetapkan qishash. Tiba-tiba keluarga wanita itu merelakan dan memaafkan Rubayyi. Kemudian Rasulullahﷺ bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah itu terdapat orang-orang yang bersumpah dengan nama Allah maka Allah akan kabulkan sumpahnya.” (HR. Ahmad 3/128, Bukhori No. 2703 dan Muslim No. 1675)

Baca Juga:  Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 29

Abu Darda رَضِی اَللهُ عَنْه, sahabat Rasulullahﷺ, menerangkan bahwa Allah memiliki hamba yang disebut “al-abdāl” sepeninggal para nabi.
Wali abdal adalah sekelompok orang yang dipilih dan diseleksi oleh Allahﷻ. Mereka berjumlah 30 atau 40 orang. Keyakinan mereka bak keyakinan hati Nabi Ibrahim عَلَیهِ‌ السَّلام. Jumlah mereka tetap terjagaSetelah masa kenabian selesai, Allah menggantikan kedudukan para nabi dengan sekelompok orang dari umat Nabi Muhammadﷺ. Mereka lebih utama dari kebanyakan orang lain bukan karena kebanyakan shalat, kebanyakan puasa, dan banyak perhiasan, tetapi karena kewara’an yang benar, niat yang tulus, kebersihan batin terhadap semua umat Islam, bimbingan terhadap mereka dengan mengharap ridha Allahﷻ, sabar tanpa kasar, rendah hati tanpa terhina.

Fakta waliyullah itu perempuan

Dalam banyak kitab-kitab yang disampaikan oleh para ulama, bahwa posisi wali perempuan sebagai bagian dari penopang zaman .

Nama yang tidak asing bagi kita semua yaitu putri Rasulullahﷺ sayidatin Nissa Al Jannah Fathimah Az-Zahra Ra. Cicit Keturunannya yang bernama Nafisah binti Hasan bin Ali, Lu Babah Al kubro Ummu Fadl dan Fathimah binti Al Munzir, adalah segelintir nama besar perempuan wali Allahﷻ.

Sayyidah Nafisah adalah keturunan Nabi Muhammadﷺ dari jalur Sayyidah Fatimah binti Muhammad dan Sayyid Ali bin Abi Thalib, dikenal sebagai salah satu ulama perempuan terkemuka di zamannya, memiliki kedalaman ilmu dan juga diberikan karomah oleh Allahﷻ. Ia merupakan guru bagi Imam Syafi’i, salah satu ulama terkemuka dalam mazhab Syafi’i.

Mereka banyak berdoa untuk umat, layaknya sufi sebenarnya seperti zaman nabi, yang taqqrub illallah nya sangat terjaga. Maka bagi perempuan di dunia berkesempatan menjadi wali, maka berbahagialah. Jangan berkecil hati sebagai seorang perempuan, karena perempuan banyak berdiri di medan perang, di garis terdepan peperangan akhir zaman, bukan di dalam kancah medan perangnya, tapi bagian kesehatan, memasak, logistik. Jangan berkecil hati kalau ditugaskan, jadilah bagian di garis terdepan dalam perjuangan dan peperangan meraih syahid.

Wallahu a’lam.

1 komentar untuk “Apakah Ada Waliyullah Perempuan di Akhir Zaman?”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top