New Delhi, 13 Mei 2025 – Perdana Menteri India Narendra Modi menegaskan bahwa aksi militer India terhadap Pakistan hanya memasuki fase “pause”, bukan berakhir sepenuhnya. Pernyataan ini disampaikan setelah kesepakatan gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat pada 10 Mei 2025.
India Tetap Siap Membalas Serangan
Dalam pidatonya pada 12 Mei 2025, Modi menyatakan bahwa India tidak akan ragu untuk membalas setiap aksi terorisme yang mengancam keamanan nasionalnya. Ia menegaskan bahwa India tidak akan membedakan antara kelompok teroris dan negara yang mendukung aksi terorisme, sebuah pernyataan yang secara tidak langsung mengacu pada Pakistan.
Pakistan Dituduh Mendukung Terorisme
Modi menuduh Pakistan lebih memilih menyerang India daripada memerangi terorisme di dalam negeri. India mengklaim bahwa serangan di Kashmir pada 22 April 2025, yang menewaskan 26 warga sipil, dilakukan oleh kelompok militan yang berbasis di Pakistan.
Ketegangan Masih Tinggi
Meskipun gencatan senjata telah disepakati, komandan militer India dan Pakistan masih meninjau ulang perjanjian tersebut untuk memastikan bahwa tidak ada pelanggaran yang dapat memicu konflik lebih besar.
Dampak Geopolitik
Pernyataan Modi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa konflik dapat kembali meletus kapan saja, terutama jika terjadi serangan baru yang diklaim sebagai aksi terorisme. China dan Amerika Serikat telah menyerukan agar kedua negara tetap berkomitmen pada solusi diplomatik untuk menghindari eskalasi lebih lanjut.
Para pemimpin dunia kini memantau bagaimana India dan Pakistan akan menjalankan kesepakatan gencatan senjata, serta apakah pernyataan Modi akan memperburuk ketegangan di kawasan.




