Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 37

Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 37.

*KUTIPAN SINGKAT TENTANG KEDUDUKAN MIMPI TAWATUR, DARI 10 KITAB ULAMA*

Taszkirah Clip :

“Kita baru sadar belakangan, setelah munculnya berbagai penomena mimpi. Ya wajar saja, karena saat ini hampir tidak ada tokoh agama yang berbicara masalah mimpi secara mendalam.

Maka dari itu, kita perlu mendengar dari ulama-ulama besar terdahulu yang banyak mendalami tentang mimpi.”

Arti Mimpi Tawatur :
“Mimpi yang memiliki makna inti yang sama, dialami oleh banyak orang yang berbeda, tanpa adanya kesepakatan, pengaruh langsung, atau komunikasi sebelumnya, sehingga keluar dari kategori khayalan personal dan menjadi indikasi kolektif.”

10 ulama tersebut sbb :

1️⃣ Imam Al-Ghazali (w. 505 H).

Dalam Kitab
Ihya Ulum al-Din. Penerbit: Dar al-Ma‘rifah – Beirut. Jilid 4, Kitab Kashf al-‘Ilm wa. Bayan al-Ru’ya.

فَإِذَا تَوَاطَأَتِ الرُّؤَى عَلَى مَعْنًى وَاحِدٍ مِنْ غَيْرِ تَوَاطُؤٍ بَيْنَ النَّاسِ، فَلَيْسَ ذَلِكَ مِنْ تَخَيُّلِ النَّفْسِ
“Jika (banyak) mimpi-mimpi saling bersesuaian pada satu makna yang sama, tanpa adanya kesepakatan di antara manusia, maka itu bukanlah sekadar khayalan jiwa (itu mimpi benar dari Allah).” [Rujukan edisi Beirut: jilid 4 hlm ± 358–360].

2️⃣ Imam Ibn Taymiyyah (w. 728 H).

Dalam Kitab
Majmu al-Fatawa. Penerbit: Dar al-Wafa’. Jilid 27 – Bab al-Ru’ya.

وَالرُّؤْيَا إِذَا تَكَاثَرَتْ مِنْ غَيْرِ تَوَاطُؤٍ دَلَّتْ عَلَى أَصْلٍ لَهَا
“Apabila mimpi itu berulang-ulang dari banyak orang tanpa perjanjian, maka ia menunjukkan adanya asal (realitas) baginya.” [Jilid 27 hlm ± 390].

Baca Juga:  Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part 33

3️⃣ Imam Ibn Qayyim al-Jauziyyah (w. 751 H).

Dalam Kitab
Madarij al-Salikin. Penerbit: Dar al-Kitab al-‘Arabi Jilid 1.

وَتَوَاتُرُ الرُّؤْيَا عَلَى مَعْنًى وَاحِدٍ يُخْرِجُهَا عَنْ كَوْنِهَا وَهْمًا فَرْدِيًّا
“Berulangnya mimpi pada satu makna yang sama mengeluarkannya dari sekadar ilusi individual.” [Jilid 1 hlm ± 51–52.]

4️⃣ Imam Al-Qurtubi (w. 671 H).

Dalam Kitab Al-Jami li Ahkam al-Quran. Penerbit: Dar al-Kutub al-Misriyyah. Tafsir QS Yusuf: 4

وَاتِّفَاقُ الرُّؤَى مِنْ جَمَاعَةٍ عَلَى مَعْنًى وَاحِدٍ أَقْوَى فِي الدَّلَالَةِ
“Kesepakatan mimpi dari banyak orang (yang bermimpi) atas satu makna lebih kuat dalam menunjukkan makna.” [Juz 9 hlm ± 148].

5️⃣ Imam Ibn Kathir (w. 774 H).

Dalam Kitab Tafsir Ibn Kathir. Penerbit: Dar Taybah. Tafsir QS Al-Anfal: 43

وَفِي الرُّؤْيَا تَثْبِيتٌ إِذَا تَعَاضَدَتْ شَوَاهِدُهَا
“Dalam mimpi terdapat penguatan (ilahi) apabila saling dikuatkan oleh banyak kesaksian (mimpi lainnya).” [Jilid 4 hlm ± 45].

6️⃣ Imam Al-Nawawi (w. 676 H).

Dalam Kitab Sharh Sahih Muslim. Penerbit: Dar Ihya’ al-Turath. Kitab al-Ru’ya :

تَعَاضُدُ الرُّؤَى يَدُلُّ عَلَى صِدْقِ أَصْلِهَا
“Saling menguatkannya (dari banyak) mimpi-mimpi menunjukkan kejujuran asalnya.” [Jilid 15 hlm ± 17]

7️⃣ Imam Al-Suyuthi (w. 911 H).

Dalam Kitab Ta’thir al-Anam. Penerbit: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah :

وَكَثْرَةُ الرُّؤْيَا بِمَعْنًى وَاحِدٍ تُفِيدُ ظَنًّا قَوِيًّا
“Banyaknya mimpi dengan satu makna menghasilkan dugaan kuat (indikasi kebenaran).” [hlm ± 72].

8️⃣ Imam Al-Shatibi (w. 790 H).

Baca Juga:  Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA Part ke 8.

Dalam Kitab
Al-Muwafaqat. Penerbit: Dar Ibn ‘Affan- Jilid 2 :

الْمَعَانِي إِذَا تَكَرَّرَتْ مِنْ وُجُوهٍ مُخْتَلِفَةٍ دَلَّتْ عَلَى ثُبُوتِهَا
“Makna-makna (mimpi) yang berulang dari banyak sisi menunjukkan keberadaannya.” [Jilid 2 hlm ± 302].

9️⃣ Imam Al-Razi (w. 606 H).

Dalam Kitab
Mafatih al-Ghayb
Penerbit: Dar Ihya’
Tafsir QS Yusuf.

اتِّفَاقُ الرُّؤَى أَقْرَبُ إِلَى الْحَقِّ مِنَ الْمُفْرَدَةِ
“Kesepakatan (dari banyak) mimpi lebih dekat kepada kebenaran dibanding mimpi tunggal.” [Juz 18 hlm ± 109].

🔟 Imam Ibn Khaldun (w. 808 H).

Dalam Kitab Muqaddimah Ibn Khaldun. Penerbit: Dar al-Fikr. Bab Ilham & Ru’ya

إِذَا تَعَدَّدَتِ الشَّهَادَاتُ الرُّوحِيَّةُ خَرَجَتْ عَنِ الْوَهْمِ
“Jika kesaksian ruhani (mimpi) menjadi banyak, ia keluar dari wilayah ilusi (tapi mimpi benar).” [hlm 416].

KITA TUTUP DENGAN PERNYATAAN ULAMA BESAR YANG DIKENAL SEBAGAI PENAKWIL MIMPI.

Ibnu Sirin, dalam kitab tafsir mimpi yang dirujuk ulama klasik memberikan pernyataan :

“Mimpi yang benar biasanya bersesuaian antara banyak (mimpi) orang dan tidak bertentangan dengan syariat. (gambaran apapum sesuai hadits)”.

Artinya: Salah satu fungsi mimpi dari Allah adalah penguatan kolektif, bukan sekadar kabar personal.

PERTANYAANNYA :

Bagaimana dengan mimpi tunggal, yaitu mimpi pribadi, baik tentang diri sendiri, maupun tentang sesuatu, namun tidak dimimpikan oleh banyak orang ?

Jawabannya ada di Tulisan Perpustakaan Eskatologi Majelis GAZA – Seri ke 38.

Walahu’alam

MAJELIS GAZA
(Diki Candra)
18 Januari 2026

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Enjoy this blog? Please spread the word :)

Scroll to Top